⚔ Welcome To From View of My Eyes.This is a Personal Blog.You are allowed to read the blog post as long as you have a good intention.If you're not,please leave without sound.May Allah Bless.⚔

✍ Kisah Ghulam

Bismillah.

Alhamdulillah.Selamat bertemu kembali..hehe..hari ni nak share kisah Ghulam.Mula-mula aku dengar rasa "eh..macam pernah dengar.." tapi ingat-ingat lupa.so senyap je la..haha..korang pernah dengar tak?..yang ni aku betul-betul dengar live daripada kakak Usrah pada 24 November 2016 iaitu Rabu malam.First time actually join usrah dan dibahagikan under kakak Usrah.

Baru pengenalan.Jangan expect lebih.Semoga lebih bermanfaatlah hidup lepas ni.Hohoho.Tak lupa dengan korang yang setia membaca..insyaAllah akan dishare jugak segala pengisian  dalam blog ni.Anyway kisah ni sangat menarik dan bagi pengajaran..tu yang lebih lagi rasa excited nak share dengan korang.Rugi kalau tak pernah tahu.Kisah ni juga ada tercatat dalam Al-Quran tau..korang boleh semak Surah Al-Buruj ayat 4 hingga 8.

Insaf rasa bila baca maksud ayat.

Maka ...mempersembahkan !

Kisah Ghulam (Budak) dan Raja

Kisah ini disebutkan dalam sebuah hadis sebagai kisah pemuda dan raja, atau kisah ghulam. Ia juga diceritakan secara ringkas di dalam al-Quran di dalam surah al-Buruj. Ibnu Abbas mengatakan bahawa kisah ini berlangsung 70 tahun sebelum kedatangan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa sallam.

Al-Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya, pada Kitab Az-Zuhd war Raqa`iq, bab Qishshah Ashhabil Ukhdud (no. 3005), dari Shuhaib bin Sinan RA, bahawa Rasulullah SAW bersabda (yang ertinya):

Pada zaman dahulu, sebelum masa kamu semua ada seorang raja, dia mempunyai seorang tukang sihir. Ketika tukang sihir ini sudah semakin tua, dia berkata kepada raja tersebut: “Aku sudah tua, carikan untukku seorang pemuda remaja yang akan saya ajarkannya ilmu sihir.” Maka raja itupun mencari seorang pemuda untuk diajarkan ilmu sihir.

Untuk pemuda itu, di jalan yang dilaluinya (menuju tukang sihir setiap hari) itu ada seorang rahib (ahli ibadah). Lalu dia duduk di majlis rahib tersebut, mendengarkan ajarannya dan ternyata huraian tersebut menakjubkannya. Akhirnya, setiap kali dia mendatangi tukang sihir itu, dia singgah di majlis si rahib dan duduk di sana. 

Kemudian, setelah dia menemui tukang sihir itu, dia dipukul oleh tukang sihir tersebut (kerana sampai lewat). Pemuda itupun mengadukan keadaannya kepada si rahib. Kata si rahib: Kalau engkau takut kepada si tukang sihir, katakan kepadanya: ‘Aku ditahan oleh keluargaku.’ Dan jika engkau takut kepada keluargamu, katakan kepada mereka: ‘Aku ditahan oleh tukang sihir itu’.

Ketika dia dalam keadaan demikian, datanglah seekor binatang besar yang menghalang laluan orang ramai. Pemuda itu berkata: “Hari ini saya akan tahu, tukang sihir itu yang lebih utama atau si rahib.” Diapun mengambil seketul batu dan berkata: “Ya Allah, kalau ajaran si rahib itu lebih Engkau cintai daripada ajaran tukang sihir itu, maka bunuhlah binatang ini agar manusia dapat melalui (jalan ini).” Lalu pemuda itu melemparkan batunya hingga membunuh binatang itu. Akhirnya orang ramai dapat melalui semula jalan (yang terhadang itu).

Kemudian pemuda itu menemui si rahib dan menceritakan apa yang berlaku. Si rahib berkata kepadanya: “Wahai anakku, hari ini engkau lebih baik daripadaku. Kedudukanmu sudah sampai pada tahap yang aku lihat ketika ini. Sesungguhnya engkau tentu akan menerima ujian. Maka apabila engkau ditimpa satu ujian, janganlah engkau menceritakan tentang diriku.”

Pemuda itupun akhirnya (dengan ilmu dan izin Allah SWT) mampu mengubati orang yang dilahirkan dalam keadaan buta, sopak (belang) dan mengubati orang ramai dari pelbagai penyakit. Berita ini sampai ke telinga seorang pembesar raja yang buta matanya.

Diapun menemui pemuda itu dengan membawa hadiah yang banyak lalu berkata: “Semua hadiah yang ada di sini adalah untuk engkau, saya kumpulkan, kalau engkau dapat menyembuhkan saya (dari kebutaan ini).”

Anak muda itu menjawab: “Sesungguhnya, saya tidak dapat menyembuhkan sesiapapun. Tetapi yang menyembuhkan itu adalah Allah SWT. Kalau engkau beriman kepada Allah SWT, saya doakan kepada Allah SWT, tentu Dia menyembuhkan engkau.”

Pembesar raja itupun beriman kepada Allah SWT, lalu Allah SWT menyembuhkannya. Kemudian dia menemui sang raja dan duduk bersamanya seperti biasa. Raja itu berkata kepadanya: “Siapakah yang mengembalikan semula matamu?”

Dia menjawab: “Rabbku.”

Raja itu bertanya semula (dengan marah): “Apa kamu punya tuhan selain aku?”

Orang itu berkata: “Rabbku dan Rabbmu adalah Allah SWT.”

Raja itupun menangkapnya dan menyiksanya tanpa henti sehingga dia menunjukkan si pemuda tadi. Akhirnya si pemuda ditangkap dan dibawa ke hadapan raja tersebut.

Raja itu berkata: “Wahai anakku, telah sampai kepadaku kehebatan sihirmu yang dapat menyembuhkan buta, sopak dan kamu berbuat ini serta itu.”

Pemuda itu berkata: “Sesungguhnya saya tidak dapat menyembuhkan sesiapapun. Tapi yang menyembuhkan itu adalah Allah SWT.”

Raja itu menangkapnya dan terus menerus menyiksanya sehingga dia memberitahu tentang si rahib. Akhirnya si rahib ditangkap dan dihadapkan kepada raja dan dipaksa: “Keluarlah dari agamamu!.”

Si rahib menolak. Raja itu minta dibawakan sebuah gergaji, lalu diletakkan di atas kepala si rahib dan mulailah kepala itu digergaji hingga terbelah dua. Kemudian diseret pula pembesar raja tersebut, dan dipaksa pula untuk kembali murtad dari keyakinannya. Tapi dia menolak. Akhirnya kepalanya digergaji juga hingga terbelah dua.

Kemudian pemuda itu dihadapkan kepada raja dan diapun dipaksa: “Keluarlah kamu dari keyakinanmu.” Pemuda itu menolak.

Akhirnya raja itu memanggil para perajuritnya: “Bawa dia ke gunung ini dan itu, dan naiklah. Apabila kamu sudah sampai di puncak, kalau dia mahu beriman (bawa dia pulang). Kalau dia tidak mahu, lemparkan dia dari atas.”

Merekapun membawa pemuda itu ke gunung yang ditunjuk. Si pemudapun berdoa: “Ya Allah, lepaskan aku dari mereka dengan apa yang Engkau kehendaki.”

Seketika gunung itu bergetar dan merekapun terpelanting jatuh. Pemuda itu datang berjalan kaki menemui sang raja. Raja itu berkata: “Apa yang dilakukan para pengawalmu itu?”

Kata si pemuda: “Allah SWT menyelamatkanku dari mereka.”

Kemudian raja itu menyerahkan si pemuda kepada beberapa perajurit lain lalu berkata: “Bawa dia dengan kapal ke tengah laut. Kalau dia mahu keluar dari keyakinannya, (bawa dia pulang), kalau tidak lemparkan dia ke laut.”

Merekapun membawanya ke tengah laut. Si pemuda berdoa lagi: “Ya Allah, lepaskan aku dari mereka dengan apa yang Engkau kehendaki.”

Perahu itu karam dan mereka pun tenggelam. Sedangkan si pemuda berjalan dengan tenang menemui sang raja. Raja itu berkata: “Apa yang dilakukan para pengawalmu itu?”

Kata si pemuda: “Allah SWT menyelamatkanku dari mereka.”

Pemuda itu meneruskan lagi: “Sesungguhnya engkau tidak akan dapat membunuhku sehingga engkau melakukan apa yang kuperintahkan.” Sang raja bertanya: “Apa itu?”

Kata si pemuda: “Kau kumpulkan seluruh manusia di satu tempat, kau salib aku di sebatang pohon dan ambil sebatang panah dari bekas panahku kemudian letakkan pada sebuah busur lalu ucapkanlah: ‘Bismillah Rabbil ghulam’ (Dengan nama Allah, Rabb si pemuda) dan tembaklah aku dengan panah tersebut. Kalau engkau melakukannya nescaya engkau akan dapat membunuhku.”

Raja itupun mengumpulkan seluruh manusia di satu tempat dan menyalib si pemuda, kemudian mengeluarkan anak panah dari kantung si pemuda lalu meletakkannya pada sebuah busur dan berkata: “Bismillahi Rabbil ghulam”, kemudian dia melepaskan panah itu dan tepat mengenai pelipis si pemuda.

Darah meluncur laju dan si pemuda segera meletakkan tangannya di pelipisnya dan diapun mati syahid. Serta merta orang ramai yang melihatnya segera berkata: “Kami beriman kepada Rabb si pemuda. Kami beriman kepada Rabb si pemuda. Kami beriman kepada Rabb si pemuda.”

Raja itupun didatangi pengikutnya dan diceritakan kepadanya: “Apakah anda sudah melihat, apa yang anda khuatirkan demi Allah sudah terjadi. Orang ramai sudah beriman (kepada Allah).”

Lalu raja itu memerintahkan agar digali parit-parit besar dan dinyalakan api di dalamnya. Raja itu berkata: “Siapa yang tidak mahu keluar dari keyakinannya, bakarlah hidup-hidup dalam parit itu (campakkan ke dalamnya).”

Merekapun melakukannya, sampai akhirnya diseret seorang wanita yang sedang mengendong bayinya. Wanita itu berundur (melihat api yang bernyala-nyala) khuaatir terjatuh ke dalamnya (kerana sayang kepada bayinya). Tapi bayi itu berkata kepada ibunya: “Wahai ibunda, bersabarlah, karena sesungguhnya engkau di atas al-haq.”

Credit

Habis usrah dapatlah sedikit cenderahati..

taraa!

jeng! jeng ! jeng!..

Biscuitttss!...hahaa
Tak lupa juga kami turut dihidangkan dengan teh o dan kek pisang.Alhamdulillah,

Itu saja setakat ni.

Semoga berjumpa lagi.!

Mas
24 Nov 16
2-3A-3A

3 comments:

  1. Ini kisah ashabul ukhdud. Kisah sahabat parit πŸ˜‰ kisah ghulam

    ReplyDelete
  2. Kisah perjuangan keimanan yang patut kita renungkan.

    ReplyDelete
  3. mek tak pernah dgr kisah ni. thanks dik mas sbb share.

    ReplyDelete

Current Status ( 30 JULY 17) : "Welcome Sem 5 ! May Allah blessπŸ’• this journey! Bittaufiq wannajah!"

Disclaimers

From View of My Eyes is a personal blog solely belong to Mas_FVOME.Any statement,opinion,review or stories written in this blog fully on the behalf of blog owner.The written usually from the personal emotion,feeling and current condition of the blog owner.

Blog owner will do not take any responsibility towards any damage,hardly breathe or mental disturbance after reading the blog post.The readers should take responsible toward their own choice reading sources.

Anything that appear on this blog for informal purposes only.If there is anything related to academic knowledge,it's mere for own self understanding.The contents is strictly prohibited being copy and paste or published on the other media social/website/books unless with the permission of blog owner.Your honesty is really appreciated.

I'm not concerned about the grammatical error in my blog post as long as the reader understand the message,but if you do.Sorry ! I can do nothing about it.Still improving.Read it or just leave it.Thank you for your precious time.

Have a nice day !

Most pictures credit to Google Image.

Plagiarisma.Net